Menyambut Bulan Ramadan 1442 H, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang Langgam

Menyambut Bulan Ramadan 1442 H, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang Langgam

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, masyarakat adat Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, yang bermukim di tepian Sungai Kampar, Anjungan Ranah Tanjung Bunga, Langgam, selalu melakukan Mandi Balimau Kasai Potang Mogang.

 

Adapun makna yang sudah menjadi tradisi masyarakat sejak nenek moyang itu adalah bentuk dari penyucian diri lahir maupun batin, sebagai bentuk ucapan rasa syukur dan ungkapan rasa kegembiraan akan datangnya bulan penuh berkah.

 

Tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang sendiri dapat diartikan dengan mandi menggunakan jeruk purut disertai rempah dan bunga mewangi, biasanya mandi ini dilakukan sore hari, sebelum memasuki Ramadhan.

Bupati Pelalawan, H.M.Harris yang bergelar Datuk Setia Amanah, menjelaskan mandi Balimau Kasai Potang Mogang merupakan salah satu tradisi yang telah dilaksanakan sejak dulu, secara turun temurun diwariskan dan dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat Melayu khususnya di Kecamatan Langgam dalam menyambut bulan puasa.

 

Pelaksanaan mandi balimau kasai potang mogang, terlebih dahulu dimulai dengan acara makan bejambau atau dikenal dengan makan beradat. Dimana Bupati Pelalawan HM Harris ikut dalam prosesi makan bejambau berbaur bersama pemuka adat, batin, ninik mamak, tokoh masyarakat dan alim ulama.

 

Dalam rangkaian prosesi mandi balimau kasai potang mogang itu terlihat upacara Togak Tonggol sebagai pembuka yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu. Tonggol merupakan sebuah bendera simbol kebesaran suku suku di Langgam yang dikibarkan diatas tiang panjang yang berasal dari bambu.

 

Dengan keberagaman warna bendera yang dikibarkan diatas tonggol tersebut menandakan bahwa dengan perbedaan yang ada, masyarakat adat tetap bisa bersama dan bersatu.

 

Datuk Setia Amanah Payung Panji Kabupaten Pelalawan ini berharap, masyarakat Pelalawan agar bisa terus menjaga dan melestarikan warisan budaya turun temurun di negeri dengan motto Seiya Sekata di tengah mulai tergerusnya kebudayaan oleh negara luar.

TOP